Advertisement
Kota Cirebon - Ada pemandangan tak biasa yang terjadi di area PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 (Daop 3) Cirebon pada, Jum'at (11/9/2026).
Sebab, suasana yang biasanya tenang dan hanya sesekali terdengar suara deru kereta yang melintas, kali ini berubah menjadi begitu ramai oleh suara teriakan orang serta yel-yel memberi semangat.
Ya, di hari jadinya ke-81 PT KAI (Persero), wilayah Daop 3 Cirebon, setiap tahunnya menggelar serangkaian kegiatan dan lomba untuk memperingatinya. Namun tahun ini sedikit berbeda.
Dimana salah satu kegiatan lomba yang diadakan PT KAI Daop 3 Cirebon dengan cara yang tak biasa. Yaitu, lomba tarik Lokomotif.
Lomba ini tidak hanya diperuntukkan bagi keluarga besar Daop 3 Cirebon saja, peserta yang berasal dari berbagai kalangan juga diperbolehkan mengikuti lomba ini.
Mulai dari pekerja KAI, instansi pemerintah, komunitas pecinta Kereta Api, komunitas Cirebon History, hingga awak media di wilayah Cirebon.
Tercatat ada 18 tim yang mendaftarkan diri untuk mengikuti tantangan menarik Lokomotif yang diperkirakan beratnya mencapai 90 tan.
Perlombaan ini bukan hanya sekedar mengadu kekuatan, tapi juga dibutuhkan kerjasama tim, kekompakan, strategi, koordinasi, serta semangat pantang menyerah para peserta yang terdiri dari 10 orang untuk masing-masing tim
Mereka ditantang menarik lokomotif CC 201 dengan bobot sekitar 90 ton sejauh 20 meter. Tim yang mampu mencapai garis finis dengan catatan waktu tercepat dinyatakan sebagai pemenang.
Kepala Daop 3 Cirebon, Sigit Winarto, mengatakan, pemilihan lomba tarik Lokomotif memiliki makna tersendiri.
Seseorang tidak akan bisa menarik atau menggerakkan Lokomotif dengan bobot puluhan ton tersebut.
Oleh karenanya, diperlukan kekompakan dan koordinasi seluruh anggota tim untuk mencapai tujuan yang sama.
“Tarik lokomotif ini bukan hanya soal siapa yang paling kuat. Justru yang paling penting adalah bagaimana seluruh anggota tim bisa bergerak bersama, saling menguatkan, dan tidak mudah menyerah. Nilai-nilai seperti inilah yang juga kami butuhkan dalam menjalankan tugas di KAI,” kata Sigit.
Semangat tersebut, lanjut Sigit, sejalan dengan tantangan insan perkeretaapian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dimana setiap bagian memiliki peran masing-masing dan harus bekerja secara selaras agar perjalanan kereta api berlangsung aman, lancar, dan nyaman.
"Jika kita menghadapinya dengan kerjasama yang solid, kompak, serta semangat pantang menyerah, maka Lokomotif seberat apapun bisa ditarik Begitupun dalam pekerjaan. Tantangan yang ada sebesar apapun, akan terasa ringan jika dilakukan bersama-sama," terang Sigit.
Menurutnya, lomba tarik lokomotif ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara KAI dengan berbagai pihak yang selama ini turut mendukung perjalanan perkeretaapian di wilayah Daop 3 Cirebon.
“Kami ingin perayaan HUT ke-81 KAI ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan. Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara KAI, instansi, komunitas, dan seluruh stakeholder, kami optimistis dapat terus memberikan pelayanan perkeretaapian yang semakin baik bagi masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan, lomba tarik Lokomotif ini mendapat antusias dari peserta, penonton serta warga sekitar Stasiun Kereta Api.
Sorak sorai peserta dan penonton terdengar dari masing-masing tim yang tengah berlomba, berusaha menggerakkan lokomotif.
Setelah melalui persaingan ketat, Unit Sarana Daop 3 Cirebon berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Dinas Perhubungan Kota Cirebon, sementara Unit Jalan, Rel, dan Jembatan Daop 3 Cirebon menempati posisi ketiga. (Pri)

