Advertisement
Jakarta - Data terkini per Selasa (18/8) pukul 08.00 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 70 korban jiwa meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan M7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Korban jiwa meninggal dunia itu tersebar di sejumlah Kabupaten. Seperti di Kabupaten Manggarai (27 jiwa), Kabupaten Manggarai Timur (25 jiwa), Kabupaten Nagekeo (8 jiwa), Kabupaten Sikka (4 jiwa), Kabupaten Ende (2 jiwa), Kabupaten Manggarai Barat (2 jiwa), dan Kabupaten Ngada (2 jiwa).
Selain korban jiwa, Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi BNPB, Berton SP Panjaitan menyampaikan, sebanyak 1182 orang juga mengalami luka-luka. Mulai dari luka ringan, sedang hingga berat.
Korban luka tersebut, tersebar di Kabupaten Manggarai Timur, 442 luka berat dan 513 luka ringan; Kabupaten Manggarai, 31 luka berat dan 88 luka ringan; Kabupaten Ngada, 14 luka berat, 1 luka sedang dan 19 luka ringan; Kabupaten Nagekeo, 13 luka berat dan 9 luka ringan; Kabupaten Manggarai Barat, 13 luka-luka; Kabupaten Sikka, 12 luka berat dan 7 luka ringan; Kabupaten Ende, 5 luka berat dan 15 luka ringan.
Hingga hari ke-5, BNPB juga mencatat setidaknya terdapat 11.925 rumah mengalami kerusakan yang terdiri dari 5.516 rumah rusak berat; 1,916 rusak sedang; dan 4,493 rusak ringan.
Disamping itu, jumlah warga yang mengungsi, tercatat 40.040 jiwa dari 16.411 Kepala Keluarga yang terdampak.
Sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan, dari data BNPB tercatat. 653 fasilitas pendidikan, 182 fasilitas kesehatan, 173 rumah ibadah, 184 kantor pemerintahan, 49 fasilitas umum, 39 ruas jalan, tujuh fasilitas irigasi, tiga unit jembatan, satu gudang bulog, dan satu pasar.

