Kanal Publikasi Kilas Nusantara
Best Viral Premium Blogger Templates

Advertisement

mediakpkn
Agustus 18, 2026, 15.22 WIB
Last Updated 2026-08-19T11:13:53Z
bantuan logistikbencanaberitaBNPBgempa bumi NTTnasionalnttpenangan bencana pascagempasosial

BNPB Percepat Bantuan Logistik Pascagempa NTT

Advertisement
Distribusi logistik melalui jalur laut, dilakukan dari Pelabuhan Tanjung Priok menggunakan KRI menuju sejumlah pelabuhan di NTT, di antaranya Pelabuhan Laurentius di Maumere, Pelabuhan Soekarno-Hatta di Ende, dan Pelabuhan Reo di Manggarai

Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat penanganan darurat bencana gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada Senin (17/8), Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Dra. Andi Eviana, M.Si., bersama Plt. Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan BNPB Brigjen TNI Herry Setiono melakukan koordinasi dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Posko TNI AU Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma terkait dukungan operasi penanggulangan bencana gempa di NTT.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menyampaikan, koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan dukungan logistik dan transportasi udara dapat berjalan secara cepat dan terkoordinasi sesuai kebutuhan di wilayah terdampak.

"Sejak Sabtu (15/8), Posko PPN Halim Perdanakusuma menggelar operasi distribusi bantuan kemanusiaan berskala besar dengan melibatkan pemerintah, TNI, serta berbagai mitra kemanusiaan," kata Berton dikutip dari keterangan tertulis, Senin (17/8) di Jakarta.

Menurutnya, 15–17 Agustus 2026, tercatat tujuh sortie penerbangan yang didukung oleh dua unit pesawat A-400M Atlas dan empat unit pesawat C-130 Hercules, serta armada KRI untuk distribusi melalui jalur laut memberangkatkan total 101.494 kg logistik ke sejumlah wilayah terdampak gempa di NTT.

"Pada Senin (17/8), sebanyak tiga penerbangan diberangkatkan dengan total muatan bantuan mencapai 40.567 kilogram (kg)," lanjut Berton.

Distribusi dilakukan dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo dan Maumere.

Pada penerbangan pertama, lanjut Berton, pesawat Hercules A-1328 dengan rute Halim Perdanakusuma (HLM) – Labuan Bajo (LBJ) – Halim Perdanakusuma (HLM). Pesawat tersebut mengangkut 13.504 kg logistik untuk mendukung pemenuhan kebutuhan darurat di wilayah barat NTT.

Muatan tersebut terdiri atas paket sembako seberat 3.019 kg atau 549 koli dari Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres), serta dua unit tenda rumah sakit lapangan dengan berat total 10.485 kg dari Pusat Krisis Kesehatan (Puskris).

Selanjutnya, penerbangan kedua dengan menggunakan pesawat Hercules A-1344 dengan rute Halim Perdanakusuma (HLM) – Maumere (MOF) – Halim Perdanakusuma (HLM).

Pesawat tersebut membawa total 13.563 kg logistik. Muatan terbesar berupa 13.500 kg paket sembako dalam 2.454 koli dari Setmilpres ke wilayah tengah dan timur NTT.

"BNPB turut mengirimkan bantuan nonpangan berupa 200 potong kaos dengan berat 48 kg, sedangkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyumbangkan 15 kg obat-obatan dalam enam koli untuk mendukung kebutuhan kesehatan darurat di pengungsian," jelasnya.

Kemudian, penerbangan ketiga menggunakan Hercules A-1339 dengan rute Halim Perdanakusuma (HLM) – Labuan Bajo (LBJ) – Halim Perdanakusuma (HLM).

Pesawat tersebut membawa 13.500 kg logistik yang terdiri atas 13.100 kg paket sembako dalam 2.380 koli dari Setmilpres dan 400 kg kornet kaleng dalam 40 koli dari Rumah Zakat.

Tiga penerbangan tersebut merupakan bagian dari operasi distribusi logistik terpadu yang dilaksanakan melalui jalur udara.

Posko Bantuan NTT di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma berfungsi sebagai pusat kendali yang menerima dan mengonsolidasikan bantuan dari berbagai sumber, termasuk lembaga dan organisasi kemanusiaan, pemerintah pusat dan daerah, serta pihak swasta.

Sementara, untuk distribusi melalui jalur laut, dilakukan dari Pelabuhan Tanjung Priok menggunakan KRI menuju sejumlah pelabuhan di NTT, di antaranya Pelabuhan Laurentius di Maumere, Pelabuhan Soekarno-Hatta di Ende, dan Pelabuhan Reo di Manggarai.

"Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terdampak, terutama di tengah keterbatasan akses pascagempa," ungkapnya.

Kelancaran seluruh rangkaian operasi tersebut didukung oleh personel gabungan yang bertugas di Pangkalan Aju Halim Perdanakusuma.

"Sebanyak 710 personel terlibat dalam pelaksanaan operasi, mulai dari penerimaan dan konsolidasi bantuan hingga proses pemuatan dan pemberangkatan logistik menuju wilayah terdampak," ujarnya.

BNPB mengimbau masyarakat dan mitra yang ingin menyalurkan bantuan untuk berkoordinasi dengan Koordinator Posko Halim guna menyinkronkan jadwal dan kebutuhan distribusi.

Koordinasi tersebut diperlukan agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak, baik dari sisi jenis, jumlah, waktu maupun moda transportasi, sehingga dapat tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran. (*)