Advertisement
NTT - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 111 orang meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebut korban meninggal saat ini bertambah menjadi 111 orang, dan tidak mengalami penambahan.
"Tak ada lagi tambahan angka korban meninggal dunia dari gempa bermagnitudo 7.7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak dua hari terakhir. Kita mohon doa untuk seluruh yang meninggal akibat gempa ini, kiranya diberikan ketabahan buat keluarga, handai tolan, maupun tetangga-tetangga yang bersama-sama selama ini terkait dengan warga yang meninggal tersebut," kata Berton lewat kanal youtube bnpb, Sabtu (29/8/2026).
Adapun korban meninggal terbanyak, terdapat di Kabupaten Manggarai dengan 45 jiwa, kemudian Manggarai Timur sebanyak 38 jiwa, dan Nagekeo sebanyak 13 jiwa.
Sisa korban lainnya tersebar di wilayah kabupaten terdampak seperti Sikka, Ngada, Ende, dan Manggarai Barat.
Berton juga mengatakan, telah terjadi aktivitas gempa susulan (aftershock) ribuan kali pasca gempa utama M7,7 pada 15 Agustus 2026.
"Berdasarkan data pemutakhiran dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merekam 8.794 kali gempa susulan hingga Jum'at sore dengan Magnitudo terkecil M1,0 dan terbesar M6,2," jelasnya.
Gempa susulan tersebut dirasakan masyarakat di sekitar lokasi kejadian sekitar 152 gempa.
Aktivitas gempa susulan diprediksi masih akan terus berlangsung hingga satu bulan ke depan sejak tanggal kejadian utama, seiring proses penyesuaian batuan kerak bumi menuju titik keseimbangan yang baru.
Pengungsi Meningkat
Disisi lain, BNPB juga mencatat adanya peningkatan jumlah warga yang mengungsi.
Hal itu terjadi setelah dilakukan pembauran dan validasi data di sejumlah wilayah.
Dimana data pengungsi di Ngada sebelumnya tercatat 3.259 orang. Setelah dilakukan validasi, jumlah tersebut melonjak menjadi 21.552 orang. Kenapa ini bertambah sedangkan dua hari yang lalu berkurang?
"Ini sebenarnya dikarenakan adanya pembaruan data signifikansi yang terjadi di Kabupaten Ngada. Selama ini data-data yang hadir kepada kami kurang update, kurang valid, sehingga dilakukan validasi,” jelasnya.
BNPB menghimbau kepada warga yang masih merasa takut kembali ke rumah, agar memanfaatkan ke lokasi pengungsian terpusat.
Hal itu dimaksudkan agar pemerintah lebih mudah memberikan pelayanan kepada warga. Mulai dari layanan kesehatan, dapur umum, air bersih hingga Mandi, Cuci dan Kakus
Bantuan Logistik
BNPB menerima tambahan bantuan logistik sebanyak 5 ton pada Sabtu (29/8).
"Secara kulitatif atau keseluruhan, BNPB mencatat sebanyak 1.916 ton logistik telah dikirim ke sejumlah wilayah terdampak gempa selama periode 15-29 Agustus 2026," ungkapnya.
Dengan rinciannya: sebanyak 1.200 ton dikirim ke Labuan Bajo, 598 ton ke Maumere, 12 ton ke Manggarai Barat, 25 ton ke Manggarai, 30 ton ke Manggarai Timur, 8 ton ke Ngada, 16 ton ke Nagekeo, 16 ton ke Ende, dan 10 ton ke Sikka. (Net)

