×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Terkendala Cuaca Buruk, Pencarian 3 ABK KM Ratna Ningsih Yang Tenggelam Belum Ditemukan

Juli 28, 2026 | Juli 28, 2026 WIB Last Updated 2026-07-29T04:50:10Z
Tim SAR gabungan memperluas area pencairan 3 ABK KM Ratna Ningsih yang hilang diterjang gelombang Perairan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat

Indramayu - Memasuki hari ke-5 operasi pencarian terhadap tiga Anak Buah kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Ratna Ningsih yang dilaporkan hilang akibat terbalik di Perairan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, masih berlangsung.

Pencarian ABK oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI AL, dan Polairud kini resmi diperluas hingga ke wilayah Laut Parean dengan jarak jangkau mencapai 50 mil dari Titik Kejadian Perkara (TKP).

Namun, proses pencarian 3 ABK bernama Sarto (25), Ayo (28) dan Adnan (28), ketiganya warga asal Majakerta tersebut, masih belum ditemukan, Selasa (27/7/2026).

Sementara, nakhoda kapal, Warnita (62), berhasil selamat usai dievakuasi oleh personel TNI AL yang bertugas di Island Berth ITB Balongan, kebetulan karena sempat mengenakan pelampung (life jacket).

Pencarian terkendala cuaca buruk. Gelombang setinggi 1,5 meter hingga 2 meter, angin yang bertiup kencang, membuat proses pencarian semakin sulit.

Sebelumnya, Kantor Search And Rescue (SAR) Bandung menerima informasi bahwa pada Kamis 23 Juli 2026, sekitar pukul 05.00 WIB ketika KM Ratna Ningsih berukuran 6 GT yang membawa muatan 11 drum oli serta empat penumpang karam dihantam ombak besar di perairan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis  (23/7/2026).

Insiden tersebut menyebabkan tiga anak buah kapal (ABK) hilang tenggelam, sementara sang nakhoda kapal berhasil menyelamatkan diri dari maut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan bahwa Tim SAR Gabungan telah memulai dengan melaksanakan briefing, pembagian tugas, serta evaluasi kondisi cuaca dan area pencarian sebelum diberangkatkan ke lokasi.

"Untuk hari pertama pencarian kapal nelayan dari 4 POB (Person On Board) terkena sapuan ombak sehingga tenggelam. Dari 4 POB ini, selamat baru satu, yang tiga sampai sekarang belum ditemukan,"

Di hari kedua, lanjut Dian, tim gabungan kembali melakukan pencarian dari mulai titik TKP perairan Balongan dan sekitarnya hingga radius 12 mil.

"Laporan dari Satpolair, kapal ini memuat 11 drum oli. Namun yang dapat di evakuasi atau diselamatkan baru 5 drum,"

Hingga memasuki hari ketiga proses pencarian 3 ABK yang hilang diterjang ombak, Tim Gabungan masih belum menemukan.

"Hari ketiga ini, kendalanya banyak ya. Mulai dari luasnya area, kemudian gelombang yang tinggi. Kita koordinasi dengan BASARNAS, koordinasi dengan Satpolair di Eretan, kemudian LANAL juga di Eretan untuk melakukan pencarian esok hari di Eretan,"

Memasuki hari keempat proses pencarian, Tim SAR Gabungan mengerahkan tiga Search and Rescue Unit (SRU) menggunakan satu unit LCR Basarnas, satu unit LCR Polair, dan satu unit Kapal Speed KPLP KN P 500105 untuk melakukan penyisiran.

Operasi pencarian dimulai pukul 08.00 WIB dari Pelabuhan Karangsong. SRU 1 dan SRU 3 melakukan penyisiran di wilayah Tanjung Indramayu, sedangkan SRU 2 menyisir sektor timur Pelabuhan Karangsong sejauh kurang lebih 3,6 mil laut.

"Seluruh area yang menjadi prioritas telah disisir, namun hingga sore hari ketiga korban masih belum berhasil ditemukan," ujar Ade Dian Permana dalam siaran persnya Senin 27 Juli 2026.


Menurutnya, tim di lapangan terkendala cuaca, angin kencang dari arah timur ke arah barat, gelombang air -+ 1,5 s/d 2 meter, di lanjut search area yang luas dan minimnya nelayan yang melaut.

Sehingga susahnya untuk melakukan penemuan korban, karena biasanya nelayan yang melaut juga membantu penyisiran.

Hingga Selasa sore ini, 28 Juli 2026, Tim SAR gabungan masih terus berupaya maksimal di lapangan guna menemukan keberadaan seluruh korban hilang di tengah cuaca ekstrem yang membayangi perairan Indramayu.***