×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pemkot Cirebon Salurkan Air Bersih Kepada Warga Cadasngampar

Agustus 03, 2026 | Agustus 03, 2026 WIB Last Updated 2026-08-04T09:43:08Z
Bersama perangkat daerah terkait, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati salurkan bantuan air bersih

Kota Cirebon - Memasuki musim kemarau tahun ini, Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, sudah memberikan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran lahan, melalui Keputusan Wali Kota Nomor 179 Tahun 2026 yang berlaku sampai dengan 30 September 2026 mendatang.

Meskipun tren kekeringan sempat menurun pada 2025 lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon selalu mewaspadai el nino yang saat ini sedang melanda beberapa daerah.

Dampak cuaca el nino, menyebabkan dua Kelurahan di Kota Cirebon mengalami krisis air bersih. Ini bisa dilihat dari sumur-sumur air milik warga yang kering.

Krisis air bersih juga diperparah dengan masih banyak warga yang tidak mendapatkan akses air bersih dari PDAM.

Dua kelurahan tersebut adalah Kelurahan Argasunya dan Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Kedua kelurahan tersebut notabenenya berada di tempat tinggi yang sulit mengakses air baik dari sumur artesis maupun lainnya.

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, meninjau langsung kondisi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga Blok Cadas Ngampar RW 08 Kopiluhur, Kelurahan Argasunya, Senin (3/8/2026).

Bersama perangkat daerah terkait, peninjauan dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat mengenai berkurangnya pasokan air selama musim kemarau.

"Distribusi air bersih akan disesuaikan dengan kapasitas bak penampungan yang tersedia. Untuk sementara, pasokan direncanakan sebanyak tiga mobil tangki setiap pekan dengan total volume sekitar 15 ribu liter," kata Siti saat survei lokasi, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, setiap musim kemarau tentu memiliki tantangan tersendiri. Karena itu pemerintah akan terus berupaya menghadirkan solusi terbaik agar masyarakat tetap memperoleh akses air bersih.

'Ini merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting dan berkaitan langsung dengan kesehatan serta aktivitas sehari-hari warga," ungkap Siti.

Selain penyaluran air bersih melalui mobil tangki, Pemerintah Kota Cirebon juga menyiapkan langkah lanjutan berupa pengembangan jaringan perpipaan

Saat ini, jaringan yang tersedia baru dapat melayani sekitar 90 kepala keluarga sehingga perlu dilakukan penambahan agar cakupan pelayanan semakin luas.

Sementara itu, Ketua RW 08 Kopiluhur, Kelurahan Argasunya, Khaerudin, menjelaskan, musim kemarau yang berlangsung cukup lama menyebabkan debit air dari sumur maupun sumur bor  mengalami penurunan.

'Saat kemarau panjang, debit air dari sumur dan sumur bor memang berkurang, sehingga pasokan air yang digunakan warga sehari-hari menjadi lebih terbatas," ucap Khaerudin.

Ia juga berharap, Pemkot Cirebon dapat lebih meningkatkan kapasitas perpipaan. Karena yang ada saat ini ukurannya kecil.

Sehingga aliran air ke rumah-rumah warga belum berjalan optimal.

"Kami berharap jaringan perpipaan yang ada bisa ditingkatkan dengan menggunakan pipa berukuran lebih besar. sehingga distribusi air ke rumah-rumah warga akan lebih lancar dan jangkauan pelayanannya juga bisa semakin luas," katanya.

Dengan jumlah penduduk sekitar 3800 jiwa, lanjut Khaerudin, warga yang berada di RT. 05 yang paling terdampak pasokan air.

Oleh karenanya, pendistribusian air bersih saat ini diprioritaskan bagi warga di kawasan Blok Masjid RT 05 terlebih dahulu.

"Sebagian besar wilayah di sini masih memiliki kualitas air yang cukup baik. Hanya di kawasan Blok Masjid RT 05 air sumurnya cenderung asin, sehingga warga di wilayah itu memang membutuhkan pasokan air bersih tambahan," pungkasnya ***