Laboya Barat - Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kecamatan Laboya, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (26/06/2026).
Dalam kunjungannya, Bupati berdialog dengan para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, kelompok tani dan Kepala Desa sekaligus memberikan arahan kepada Camat yang baru dilantik.
Yohanis mengungkapkan, salah satu fokus utama kepemimpinan dirinya di periode kedua ini, adalah pengembangan Laboya Barat sebagai kawasan prioritas
"Laboya Barat menjadi salah satu Kecamatan yang kami dorong untuk dikembangkan, baik sebagai destinasi wisata maupun sentra usaha pertanian dan peternakan,” ujar Bupati Yohanis.
Ia menambahkan bahwa perbaikan infrastruktur, terutama jalan dari Waikabubak sampai Wetana, akan dituntaskan setelah koordinasi lanjutan dengan Menteri Pekerjaan Umum.
Soal listrik, Bupati memastikan ketersediaan listrik di kampung-kampung menjadi prioritas.
“Target kami, pada tahun 2027 listrik di semua kampung sudah menyala.” ungkapnya.
Untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal, Bupati menyebutkan rencana menjadikan Laboya Barat sebagai gudang sapi dan aktif mempromosikan potensi daerah tersebut pada forum-forum provinsi dan kementerian.
Bupati meminta dukungan penuh dari semua unsur masyarakat untuk camat baru.
“Saya mengajak seluruh tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk mendukung camat yang baru dilantik.
Camat dan perangkat harus menunjukkan komitmen kerja; apa yang menjadi hak rakyat harus diterima rakyat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin aparatur: guru, tenaga kesehatan, dan kepala desa diminta berkomitmen dalam tugasnya.
Di bidang pertanian, Bupati menargetkan pengembangan jagung dan perbaikan lahan tidur agar bisa ditanami kembali.
“Kita jangan menyia-nyiakan waktu. Saya berharap di tahun 2027 kita sudah bisa panen,” katanya.
Bupati dan Wakil Bupati siap memberi contoh dengan membuka lahan pertanian dan mendorong kelompok tani bersatu.
Terkait alshintan, Bupati meminta pengadaan mesin pertanian, termasuk traktor besar yang bisa dipakai bersama, dan berjanji mengusahakan bantuan pompa air untuk lahan yang kekurangan sumber air.
Menyinggung masalah adminstrasi dan keuangan desa, Bupati meminta kepala desa mengontrol penyaluran bantuan agar tepat sasaran.
Ia juga menegaskan target PBB:
“Saya berharap komitmen camat dan kepala desa agar pencapaian PBB tahun 2026 bisa 100 persen,” harapnya.
Soal pelayanan kesehatan, Bupati meminta Kepala Puskesmas untuk meningkatkan layanan dan memastikan rujukan berjalan baik, serta meminta Dinas Kesehatan mengadakan rapat evaluasi bulanan.
Untuk pendidikan, Bupati menyinggung kualitas lulusan lokal dan rencana rolling kepala sekolah untuk peningkatan mutu.
Dalam sesi aspirasi, warga menyampaikan sejumlah catatan dan permintaan, seperti:
Penataan lokasi Pasola, pengadaan alsintan dan pompa air untuk sawah musim tanam dua kali, penyelesaian 1.474 bidang PTSL, perbaikan pasokan listrik, dan peluang kerja bagi sarjana setempat.
Bupati menanggapi bahwa penataan lokasi perlu sertifikat agar BPN dapat melakukan penataan; koordinasi dengan PLN sudah dilakukan untuk listrik; usulan alsintan dan pompa akan diusahakan agar terealisasi pada 2027; dan peluang usaha pertanian bagi sarjana akan didorong agar tidak semata berharap menjadi PNS.
Di akhir kunjungan, Bupati menekankan pentingnya kerja keras, konsistensi, dan sinergi antar-lintas sektor. Ia menyatakan bangga atas capaian opini WTP yang diperoleh pemerintah daerah lima kali berturut-turut, sebagai bukti kerja sama seluruh elemen pemerintahan.
“Kami hanya birokrat yang tahu kerja. Saya fokus memimpin daerah ini dengan baik — semua pejabat harus punya komitmen dan kinerja,” tutupnya.
Rencana tindak lanjut yang disampaikan Bupati meliputi koordinasi dengan Kementerian PU terkait perbaikan jalan, koordinasi dengan PLN untuk program elektrifikasi 2027, pengajuan alsintan dan pompa air, serta pemantauan penyaluran bantuan sosial dan program PBB oleh camat dan kepala desa. (Yermi)