Labels

Iklan

Ads.

Iklan

Pipa Induk Embung Hamane Patah, Ratusan Hektar Lahan Sawah Di Lailara Terancam Gagal Panen

mediakpkn
Oktober 07, 2026
Last Updated 2026-10-15T05:28:43Z
NTT - Patahnya pipa induk irigasi Embung Hamane, Desa Lailara, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan ratusan hektar persawahan di wilayah tersebut mengalami kekeringan.

Pasalnya, air yang berasal dari Embung Hamane yang menjadi sumber utama untuk mengairi persawahan, terbuang percuma dilokasi pipa yang patah.

Dengan patahnya pipa induk yang biasa mengantar air ke 8 bak pembagi tersebut, mengakibatkan seluruh bak pembagi tidak terisi, sehingga tidak mampu mengalirkan air di persawahan masyarakat.

Seperti disampaikan Ndelu Lalapraing, salah seorang perwakilan kelompok tani setempat, berharap dengan adanya kejadian ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumba Timur turun tangan menyelesaikan kebocoran tersebut.  

"Patahnya pipa induk Embung Hamane ini,  perlu perhatian Pemda agar masyarakat dapat mengolah kembali persawahannya. Terutama di lahan persawahan masyarakat warga RT 003/RW 002. Desa Lailara," kata Ndelu.
Ndelu Lalapraing, salah seorang perwakilan kelompok tani menunjuk area persawahan di Desa Lailara yang alami kekeringan

Ia bersama kelompok tani lainnya, seperti kelompok tani Bidi Hunggar, Marangga Rinjung, Andaluri serta kelompok tani Payitul, mengeluhkan bahwa banyak petani yang tidak dapat mengerjakan sawahnya atau lahannya karena kekeringan Air.

"Dampak lainnya, sebagian besar petani tidak bisa mengerjakan lahannya. Benih padi yang siap untuk ditanam mati kekeringan di beden persemaian. Ada pula yang padinya baru mengeluarkan bulir, serta yang baru tanam, tinggal menunggu mati sebab Air tidak ada," jelasnya.

Menurutnya, lahan persawahan yang diolah kelompok tani dan sudah ditanami, saat ini ada sekiitar 100 hektar. Tetapi karena tidak adanya air, padi-padi di sawah mereka sudah layu kemerahan, dan sudah dipastikan gagal panen.

Disebutkan pula, semenjak embung Hamane dan irigasinya dibangun, hampir setiap tahunnya hasil panen masyarakat setempat stabil dan soal kebutuhan lancar tanpa kendala.

Baru di tahun 2026 ini, para petani mengeluh karena sumber Air irigasi dari Embung Hamane macet dalam arti Airnya tidak mengalir ke persawahan mereka dan tidak tertutup kemungkinan mereka akan mengalami gagal panen.

Ditambah lagi musim kemarau yang masih terus berlanjut, membuat  tanah persawahan retak-retak.

"Sebagai masyarakat kecil yang bergantung pada hasil lahan pertanian, jelas dengan terjadinya kekeringan pada lahan pertanian kami akan berdampak pada gagal panen jika tidak segera ditangani oleh pemerintah, ungkapnya.

Kemudian, diterangkan pula olehnya, tidak hanya sebatas 100 hektar tanaman padi yang dipastiksn akan mengalami gagal panen, dampak dari kekeringan ini mengakibatkan sekitar 100 hektar lahan persawahan lainnya, dibiarkan kosong alias tidak ditanamj padi.

"Bahkan bibit atau benih padi di beden persemaian yang untuk ditanam menjadi sia-sia karena tidak bisa ditanam berhubung sawah yang hendak diolah mengalami kekeringan air," terangnya.

Hal ini sangat disesalkan oleh kelompok tani diwilayah irigasi embung Hamane, apabila pipa induk yang rusak atau patah dapat segera diperbaiki oleh pemerintah.

"Sesungguhnya 200 hektar milik kelompok tani diwilayah irigasi embung Hamane dapat dikerjakan semuanya oleh petani, jika pipa induk yang patah segera diperbaiki oleh pemerintah," ucapnya.

Sekali lagi, Ndelu bersama rekan-rekan kelompok tani yang ada berharap semoga persoalan ini, segera mendapat perhatian daei Pemkab dan segera diatasi.

Masyarakat juga berharap ke depannya apa bila perpipaan embung Hamane diperbaiki, perlu adanya bentuk aturan tertulis dari pemerintah yang mengatur dalam penggunaan air irigasi.

"Dalam arti penggunaan air bagi petani harus bergiliran, hal ini diperlukan agar tidak terjadi perselisihan antar petani. Jangan seperti kejadian  sebelumnya," tuturnya. (Tim/Yermi)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan