Kota Cirebon - Korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon, Jawa Barat terus bertambah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria Listiawati menyampaikan, hingga Kamis (22/10/2026) siang, Dinas Kesehatan Kota Cirebon, mendata sebanyak 395 orang yang tersebar di 10 Rumah Sakit di Kota Cirebon.
"Data terbaru hingga Kamis (22/10/2026) pukul 14.00 WIB, korban terdampak mencapai 395 orang yang mayoritas didominasi anak-anak. Laju penambahan dibanding hari sebelumnya ya, sudah mulai melambat," kata Siti Kamis (22/10/2026).
![]() |
| Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria Listiawati |
Dari jumlah tersebut, sebanyak 218 pasien menjalani rawat inap, sedangkan 177 pasien lainnya diperbolehkan pulang atau menjalani rawat jalan.
Sementara itu, Kepala Kantor Pemenuhan Pelayanan Gizi (KPPG) Kota Cirebon, Yulian Septa Pratama menyatakan, BGN telah menginvestigasi kasus dugaan keracunan MBG.
Tim ini langsung melakukan investigasi menyeluruh yang mencakup pemeriksaan fisik dapur, manajemen pengelolaan, hingga tata kelola operasional SPPG.
"Baik, kemarin sudah ada tim dari Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan, Pak, yang turun ke SPPG. Sudah melakukan investigasi, pengecekan baik terhadap fisik dapur, manajemen dapur, maupun terhadap pengelolaan SPPG," kata Yulian saat ditemui di kantornya, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, BGN menemukan kesalahan prosedur pengolahan telur puyuh yang dimasak di luar area dapur SPPG Kalijaga.
"Pihak pengelola kedapatan memesan bahan atau makanan jadi melalui mitra atau vendor luar untuk kemudian diolah kembali. Nah, itu sebenarnya sudah dilarang di juknis kami," jelasnya.
Akibat kelalaian dan pelanggaran petunjuk teknis (juknis) tersebut, pihaknya sebagai pimpinan KPPG dan hasil koordinasi dengan BGN pusat, langsung mengambil tindakan tegas dengan mencopot status jabatan Kepala SPPG Kalijaga 5.
Pada saat yang sama, mereka juga sedang menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk penanganan berikutnya.
"Untuk saat ini, yang bersangkutan itu sudah dicopot dari Kepala SPPG. Cuma tetap akan ada tindak lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan dan laboratoriumnya nanti," ujar Yulian.
Atas adanya insiden dugaan keracunan MBG yang menimpa ratusan siswa di Kota Cirebon, Yulian menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.
![]() |
| Kepala Kantor Pemenuhan Pelayanan Gizi (KPPG) Kota Cirebon, Yulian Septa Pratama |
Hingga Jumat (23/10/2026) pagi, jumlah korban yang dirawat dilaporkan kian menurun.
Adapun sampel yang diperiksa tidak hanya berasal dari telur puyuh. Petugas juga mengambil sampel nasi, tempe, sayuran, serta air untuk diteliti lebih lanjut. (Pri)




