![]() |
| Aparat Kepolisian bersama warga bahu membahu membersihkan dan memperbaiki rumah warga yang terkena terjangan puting beliung |
Kuningan - Angin puting beliung menerjang Desa Mekarsari, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kamis (29/10/2026) sore.
Sedikitnya, 80 rumah warga mengalami kerusakan dengan tujuh di antaranya rusak parah.
Pemerintah desa bersama aparat gabungan Kabupaten Kuningan bergerak turun tangan meninjau lokasi kejadian dan memberikan penanganan darurat bagi warga yang terdampak.
Kepala Desa Mekarsari, Carwan menceritakan, pada Kamis (29/10) sekitar pukul 16.00 WIB, hujan lebat disertai angin yang begitu dahsyat, datang tiba-tiba melanda desanya.
Angin yang begitu mengerikan tersebut melanda tiga dusun yang ada di Desa Mekarsari. Yakni Dusun 1, Dusun 2 dan Dusun 3.
“Berdasarkan data, ada 3 dusun yang terdampak dari terjangan angin puting beliung. Secara keseluruhan ada sekitar 80 rumah mengalami kerusakan, di mana tujuh di antaranya mengalami rusak berat,” jelas Carwan saat ditemui di balai desa, Jumat (30/10) siang.
Menurutnya, bencana angin puting beliung ini juga berdampak secara luas pada permukiman penduduk di seluruh desa.
Dimana Dusun 1, dusun Kadatuan tercatat mengalami dampak paling parah dengan jumlah 35 rumah yang rusak dan empat di antaranya rusak berat.
Namun, Carwan memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
"Terparah di dusun 1, tapi pendataan masih terus berlangsung. Akibat kerusakan parah pada tempat tinggal mereka, ada 500 warga yang terdampak," terangnya.
Sementara itu, tim gabungan tanggap darurat Kepolisian tampak tengah membersihkan puing-puing bangunan rumah yang berserakan akibat terjangan puting beliung.
Tampak Kapolres Kuningan, AKBP Bellen Anggara Pratama, turun langsung bahu membahas bersama warga dan personel lainnya, membersihkan puing agar akses ke rumah yang rusak bisa segera dilalui.
Kapolres menegaskan, bahwa kehadiran Polri harus bisa dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat, bukan hanya sebatas kata-kata.
“Kami hadir bukan hanya untuk memberikan bantuan material, tetapi juga ingin bergotong royong dan merasakan apa yang sedang dirasakan saudara-saudara kita. Semoga tenaga dan bantuan bahan bangunan ini dapat meringankan beban, serta mempercepat perbaikan rumah yang rusak,” ujar AKBP Bellen di sela-sela kesibukannya membantu warga terdampak.
Dijelaskannya, di tengah kondisi warga yang sedang berduka, dukungan moril tak kalah pentingnya.
“Semoga warga yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan, serta dapat segera bangkit dari musibah," harapnya. (BROHIM)


