Bali - Antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) seperti di Denpasar dan Badung, mendapat perhatian serius dari Gubernur Bali.
Usai menghadiri acara bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, pada Kamis (15/10/2026) malam, Gubernur Bali, Wayan Koster langsung. menuju Depo BBM Pasanggaran, Denpasar, demi memastikan perkembangan penanganan distribusi BBM.
Bahkan, akibat kemacetan parah di jalan Sesetan, Gubernur turun dari kendaraan dinas dan melanjutkan perjalanan dengan menumpang kendaraan warga.
Selanjutnya, dalam pertemuannya dengan Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri beserta jajaran PT Pertamina Patra Niaga, Gubernur Wayan Koster menegaskan pentingnya percepatan distribusi BBM dan pelayanan kepada masyarakat.
Gubernur Wayan Koster meminta Pertamina untuk segera mendistribusikan BBM ke sejumlah SPBU.
"Kalau bisa malam ini juga, jangan besok. Semakin cepat, semakin baik, ujar Wayan Koster, dikutip Jum'at (16/10/2026).
Sementara itu, pihak Pertamina Patra Niaga menyatakan akan menambah sedikitnya 20 armada distribusi BBM di luar armada yang sudah ada.
"Kami akan menambah sedikitnya 20 armada distribusi, di luar 115 armada kendaraan yang sudah beroperasi. Selain itu, kami juga akan mengoptimalkan 3000 jeriken untuk mendukung percepatan penyaluran BBM," ujar Simon.
Usai rapat koordinasi, Gubernur Wayan Koster bersama jajaran Pertamina turun langsung meninjau ke sejumlah SPBU. Seperti di SPBU Pemogan, Hayam Wuruk, hingga Renon.
Disana, Wayan Koster menyempatkan untuk berdialog dengan warga, guna mendapatkan masukan dari warga terkait keterlambatan pasokan BBM ini.
Tidak hanya itu, Wayan juga menghimbau kepada warga tetap tenang dan tidak melakukan "Panic Buying" dalam membeli BBM.
"Kalau panik membeli, seberapapun disuplai, akan tetap kurang. Normalnya beli dua atau tiga hari sekali, sekarang tiap kurang sedikit langsung beli. Kan menambah antrean jadinya, kasihan yang benar-benar membutuhkan, jadi kena imbas," imbau Wayan.
Wayan Koster memastikan bahwa stok BBM kedepannya di Bali, dipastikan aman. Sebagaimana disampaikan pihak Pertamina.
"Saya jamin ketersediaan stok BBM aman. Sesuai informasi dari pihak Pertamina," tegasnya.
Sebelumnya, berdasarkan laporan Pertamina, pasokan BBM yang tiba pada 13 Oktober 2026, sebanyak 19,2 juta liter Pertalite untuk kebutuhan 6-7 hari kedepan.
Sedang untuk BBM jenis Pertamax, Pertamina telah memasok 3 juta liter, untuk kebutuhan sekitar 3 hari.
Serta tambahan 25 juta liter lagi pasokan BBM jenis Pertalite yang secara keseluruhan, Pertamina menjamin ketersediaan Pertalite dan Pertamax di Bali, mencukupi untuk 2 pekan kedepan.
Pemprov Bali sendiri bersama Pertamina dan instansi terkait, seperti Polda Bali, terus berkoordinasi agar distribusi dan pelayanan BBM kembali normal ***

