Kanal Publikasi Kilas Nusantara
Best Viral Premium Blogger Templates

Advertisement

mediakpkn
September 06, 2026, 14.40 WIB
Last Updated 2026-09-06T10:48:32Z
eventinfoJAMNAS XXXI MACIkabupaten cirebonkomunitas MACI

JAMNAS XXXI MACI di Stadion Watubelah Cirebon Bakal Dipadati Motor Era Perang Dunia

Advertisement

CirebonKomunitas Motor Antique Club Indonesia (MACI) akan menggelar Jambore Nasional (JAMNAS) XXXI pada 2-3 Oktober 2026.

Dan untuk tahun ini, berdasarkan keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MACI yang diselenggarakan di Jakarta, seluruh cabang MACI menetapkan MACI Chapter Cirebon sebagai tuan rumah JAMNAS MACI 2026.

Dipilihnya Cirebon sebagai tuan rumah JAMNAS MACI 2026, Cirebon memiliki kekayaan budaya, sejarah, serta keberagaman etnis yang kuat.

Kota Cirebon juga memiliki empat keraton yang menjadi bagian penting dari sejarah dan kebudayaan daerah, serta memiliki keterkaitan yang erat dengan sejarah perkembangan Islam di Indonesia melalui tokoh Sunan Gunung Jati.

Dengan mengusung tema "The Western Region” dan konsep “The Wild West Day,” JAMNAS MACI XXXI 2026 akan dipusatkan di Stadion Watubelah, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Selain menjadi pusat pertemuan komunitas keluarga besar MACI untuk berkumpul, bersilaturahmi, serta mempererat hubungan antar cabang dari berbagai wilayah Indonesia, JAMNAS juga menjadi momentum penting untuk memperkenalkan karakter daerah tuan rumah kepada 72 cabang MACI yang tersebar di seluruh Indonesia yang dijadwalkan ikut ambil bagian.

Nantinya, sejumlah motor yang menjadi bagian dari komunitas tersebut merupakan kendaraan tua yang memiliki keterkaitan dengan sejarah, termasuk motor produksi Amerika dan Inggris. Motor tersebut disebut memiliki sertifikat dan merupakan bagian dari sejarah kendaraan era Perang Dunia Kedua.

Dengan jumlah peserta yang diperkirakan mencapai lebih dari 2.000 orang, kehadiran anggota MACI dari 72 cabang juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi sektor akomodasi, kuliner, transportasi, UMKM, hingga destinasi wisata.
 
JAMNAS MACI tidak hanya menjadi kegiatan komunitas otomotif, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi budaya dan kearifan lokal kepada masyarakat yang lebih luas. (*)