Kanal Publikasi Kilas Nusantara
Best Viral Premium Blogger Templates

Advertisement

mediakpkn
Agustus 17, 2026, 08.55 WIB
Last Updated 2026-08-19T18:42:35Z
bencanaBNPBgempa bumi NTTinfokorban meninggal gempa nttnasionalnttpenangan bencana pascagempa

[Update] Korban Meninggal Dampak Gempa Bumi M7,7 NTT Menjadi 53 Jiwa

Advertisement


Jakarta - Pendataan korban maupun kerusakan pascagempa M7,7 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus dilakukan petugas gabungan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa sampai Minggu sore, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 53 jiwa. 

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPBBerton SP Panjaitan, menyampaikan, Selain korban meninggal, petugas gabungan juga mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka. 
"Berdasarkan data sementara pada Minggu (16/8), pukul 16.00 WIB, total jumlah korban meninggal dunia mencapai 53 orang, dan total korban luka-luka mencapai 137 jiwa," kata Berton dalam keterangan resmi, di Jakarta, Minggu (16/8).
Adapun sebaran korban jiwa meninggal tersebut, lanjut Berton, teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Manggarai Barat 1 orang, Nagekeo 1 orang dan Ende 2 orang. 

Sementara, untuk korban luka saat ini  sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun fasilitas kesehatan darurat.

Selain korban jiwa meninggal dan luka-luka, BNPB juga mencatat ada ribuan rumah tinggal dan fasilitas pemerintah, tempat ibadah serta fasilitas umum lainnya mengalami kerusakan.

Hingga Minggu sore tadi, total ada sebanyak 2403 unit rumah di Provinsi NTT alami kerusakan. 

Dengan rincian, 1.543 unit rumah alami rusak berat, 328 unit rumah alami rusak sedang, sisanya sebanyak 532 unit rumah rusak ringan.

"Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas pendidikan 87 unit, tempat ibadah 50 unit, kantor pemerintahan 76 unit dan sejumlah fasilitas umum lain," jelas Berton.

Petugas gabungan juga terus melakukan pendataan warga yang mengungsi. Hingga Minggu (16/8) sebanyak 5.488 jiwa mengungsi secara terpusat dan 171 jiwa lainnya mengungsi secara mandiri.

"Kepala BNPB bersama jajarannya menteri lainnya telah tiba di lokasi terdampak untuk mendukung percepatan penanganan darurat, dengan fokus utama adalah pencarian dan pertolongan korban. kebutuhan masyarakat yang mengungsi juga terus diupayakan pemerintah," terangnya.

Sejumlah bantuan telah disalurkan baik melalui jalur darat maupun udara. Bantuan yang telah tiba di antaranya paket logistik dari pemerintah pusat yang dikirimkan melalui Posko logistik Nasional Bandara Halim Perdana Kusuma telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo pada Minggu (16/8). Total bantuan yang disalurkan mencapai 4.925 paket.

Adapun paket-paket logistic tersebut akan disalurkan di lokasi terdampak diantaranya Kabupaten Manggarai Barat 550 Paket, Kabupaten Manggarai 1.000 Paket, Kabupaten Manggarai Timur 550 Paket, Kabupaten Ngada 550 Paket, Kabupaten Nagekeo 550 Paket, Kabupaten Sikka 1.000 Paket, dan Kabupaten Ende 725 Paket.

Selain distribusi logistik, pemerintah pusat melalui BNPB juga telah mengaktifkan Pos Pendampingan Nasional (Pospenas) yang berpusat di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat,  untuk mengkoordinasikan upaya penanganan darurat gempa Mag7,7 di NTT.

Sementara posko taktis akan diaktifkan di Kota Maumere.