Kanal Publikasi Kilas Nusantara
Best Viral Premium Blogger Templates

Advertisement

mediakpkn
Agustus 30, 2026, 12.54 WIB
Last Updated 2026-09-01T16:56:24Z
gempa bumi NTTnttpenangan bencana pascagempapendidikansd rii manggarai

Demi Anak Bisa Belajar, Guru Dan Orang Tua Siswa SDK Rii Gotong Royong Mendirikan Tenda Pascagempa

Advertisement

NTT - Dampak dari gempa bumi M7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya merusak infrastruktur jalan, tapi juga ribuan bangunan mengalami kerusakan, termasuk bangunan sekolah.

Mau tidak mau proses Kegiatan Belajar (KBM) hampir dua minggu lamanya ikut terganggu. Belum lagi banyak siswa yang kehilangan perlengkapan belajar mereka, mulai dari buku tulis, seragam, hingga alat tulis.

Ditengah suasana takut dan trauma dikarenakan masih sering terjadi gempa susulan, Kepala Sekolah Dasar Katolik (SDK) Rii mengambil inisiatif untuk membangun tenda darurat.

Langkah tersebut disambut antusias oleh para orang tua siswa dan guru di lingkungan SDK Rii. Mereka akhirnya pada Jumat, (28/8/2026), bergotong royong membangun tenda darurat untuk KBM  menyelamatkan masa depan pendidikan anak-anak pascagencana gempa bumi Flores M7,7.

Kepala SDK Rii, Antonia Heni mengapresiasi peran orang tua siswa dan guru yang berinisiatif mendirikan tenda-tenda darurat secara swadaya 

"Kami sangat berterimakasih, peran serta orang tua melalui inisiatif gotong royong mendirikan tenda-tenda darurat ini secara swadaya, agar anak-anak tidak lagi tertinggal pelajaran akibat terlalu lama belajar mandiri di pengungsian," kata Oni panggilan akrabnya di lokasi, Jum'at (28/8/2026).

Menurutnya, semangat kebersamaan warga Bea Mese membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas akibat bencana alam dapat dihadapi bersama demi menjamin hak pendidikan anak tetap terpenuhi.

Sebagai Kepala SDK Rii, dirinya merasa terpanggil untuk berupaya membangun tenda darurat untuk melaksanakan KBM tatap muka yang selama ini tidak dilakukan karena gempa susulan selalu terjadi walaupun dalam skala kecil.

"Meski KBM dilakukan tidak secara maksimal, kami ingin agar siswa kami terkontrol dan bisa belajar kembali," tegasnya 

Terakhir, ia berharap adanya perhatian lebih dari para pemangku kebijakkan di bidang Pendidikan untuk segera memperbaiki banguna-bangunan sekolah yang rusak pascagempa.

Terutama SDK Rii yang ada di Desa Bea Mese, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Anak-anak kami butuh rasa aman, kami sangat berharap pemerintah kabupaten, provinsi, pusat tergerak untuk segera membangun kembali sekolah kami," harapnya.

Sementara itu  Lidya Jaiman, siswi kelas IV SD yang tengah membersihkan tempat yang akan digunakan untuk KBM, merasa senang bisa sekolah kembali meski di tenda darurat dan masih diliputi rasa takut akan terjadinya gempa susulan.


"Memang sampai dengan saat ini kami tetap merasa takut, terjadi lagi gempa. Namun kami berdoa agar tidak terjadi lagi. Kami rindu sekali bertemu dengan para guru dan teman teman sekolah," ucap Lidya dengan nada polos (Yos Geong)