Kanal Publikasi Kilas Nusantara
Best Viral Premium Blogger Templates

Advertisement

mediakpkn
Agustus 15, 2026, 22.43 WIB
Last Updated 2026-08-22T17:16:11Z
bencanaBNPBgempa bumi NTTinfonttperistiwasuharyanto

BNPB: Hingga Sabtu Sore, Terdata 38 Jiwa Meninggal Dunia, 2 Luka Berat Dan 11 Luka Ringan Akibat Gempa Bumi M7,7 Yang Mengguncang NTT

Advertisement


Jakarta - Gempa bumi tektonik M7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi (15/8) pagi, menyisakan duka mendalam bagi saudara-saudara kita di NTT.

Selain sejumlah bangunan dan infrastruktur mengalami kerusakan, puluhan korban jiwa pun berjatuhan, belum lagi korban yang luka.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen. Suharyanto menyampaikan, hingga hari Sabtu (15/8) pukul 15.00 WIB, terdata 38 jiwa meninggal dunia.

"Yang pertama adalah korban jiwa sampai dengan pukul 15.00 WIB sore ini terdata,  adalah 38 jiwa meninggal dunia. Kemudian 2 jiwa yang luka berat, 11 luka ringan dan sekitar 200 jiwa mengungsi secara mandiri," kata Suharyanto saat konferensi pers, dilihat di laman resmi BNPB, Sabtu (15/8/2026).

Kemudian, untuk materil, lanjut Suharyanto, tercatat ada beberapa jalan yang longsor atau tertutup. 

"Ini nanti datanya akan disampaikan secara detail dari Kementerian PU. Ini tentunya didata terus,ya," lanjut Sudaryanto.

Menurutnya, berdasarkan informasi dari Menteri Kesehatan RI, Suharyanto menyebut banyaknya bangunan Puskesmas yang mengalami kerusakan, serta satu Rumah Sakit di Maumere.

Untuk Bandara, ada 5 Bandara yang terdampak. Dan untuk Pelabuhan, dua pelabuhan terdampak, yakni Pelabuhan Reo dan Pelabuhan Maumere.

Suharyanto menegaskan, data tersebut masih bersifat sementara, dan akan berkembang terus secara day to day. 

Ia juga meminta untuk Pemerintah Daerah terdampak gempa di NTT 

"Tentu saja, ini hari pertama terjadinya bencana. Datanya akan berkembang terus dan nanti akan diberikan informasi kepada rekan-rekan media secara Day To Day, hari per hari," jelasnya.

Rencananya, malam ini (15/8) bersama PMD akan berangkat ke Ende untuk melakukan rapat koordinasi tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota.