Advertisement
![]() |
| Kadisbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, S Sos |
Kota Cirebon - Pemerintah Kota Cirebon bersiap menghadirkan Festival Topeng Cirebon 2026 berskala Internasional.
Penyelenggaraan festival tahun ini menjadi langkah awal Cirebon elalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk memperluas promosi budaya ke tingkat dunia.
Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya mengatakan, Festival Topeng Cirebon 2026 yang menjadi ikon Kota Udang itu akan menghadirkan seniman topeng dari sejumlah negara melalui kolaborasi dengan International Mask Festival (IMF) Solo.
“Festival Topeng tahun ini insya Allah akan berskala internasional. Karena kami berkolaborasi dengan International Mask Festival Solo yang telah berpengalaman menyelenggarakan ajang bertaraf internasional selama belasan tahun," kata Agus, Jumat (24/7/2026).
Dalam kerjasama tersebut, lanjut Agus, tidak hanya menghadirkan peserta mancanegara, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Kota Cirebon untuk belajar mengelola event budaya bertaraf internasional.
Diakuinya, dalam mengelola event yang berskala internasional ini, pihak Disbudpar masih membutuhkan pendamping.
“Kami jujur belum punya pengalaman menggelar event internasional. Karena itu tahun ini kami didampingi teman-teman dari IMF Solo, termasuk ada Person In Charge (PIC) yang khusus mendampingi peserta dari luar negeri sampai seluruh rangkaian acara selesai,” ujarnya.
Adapun untuk rangkaian kegiatannya, masih menurut Agus, diawali dengan Festival Topeng di Solo pada 13-14 November 2026, dilanjutkan penjemputan delegasi pada 15 November, dan pementasan di Kota Cirebon pada 16 November 2026.
'Setelah tampil di Solo, para peserta akan kami jemput ke Cirebon dan pada 16 November mereka akan tampil di Taman Air Gua aSunyaragi yang menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya di Kota Cirebon,” jelasnya.
Hingga saat ini, sejumlah peserta internasional telah menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi. Diantaranya, Korea Selatan, Myanmar, dan Malaysia.
Dari Korea Selatan sendiri, baru satu grup yang memastikan kehadiran, sementara dua grup lainnya masih menyesuaikan jadwal.
Selain itu, panitia juga masih menunggu n delegasi dari Spanyol dan Taiwan.
“Yang sudah konfirmasi ada Korea, Myanmar, dan Malaysia. Untuk Korea Selatan ada 3 grup, kami masih menunggu dua grup lagi dari Korea, kemudian Spanyol dan Taiwan. Mudah-mudahan semuanya bisa bergabung,” ungkapnya.
Selain pertunjukan seni, Disbudpar juga menjajaki penyelenggaraan lokakarya yang melibatkan para seniman mancanegara untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan budaya.
Agus mengatakan pihaknya mengusulkan agar topeng yang dibawa peserta dari berbagai negara, dapat dihibahkan kepada Kota Cirebon untuk menambah koleksi Museum Topeng.
Dengan begitu diharapkan sebagai bentuk diplomasi budaya sekaligus meningkatkan daya tarik Museum Topeng dan Kota Cirebon sebagai destinasi wisata budaya di tingkat internasional.
"Nanti topeng-topeng dari negara-negara itu bisa dihibahkan ke Cirebon untuk menjadi bagian dari koleksi Museum Topeng," ujarnya.

