Kab. Cirebon - Penyelidikan kasus kematian Karningsih (63), isteri dokter yang ditemukan meninggal dunia diatas tempat tidur di rumahnya, terus dikembangkan.
Belum terangnya kasus kematian isteri dari dokter Edi (68) tersebut, membuat tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Jabar dan Mabes Polri kembali mendatangi rumah korban di Jalan Raya Pangeran Sutajaya, Desa Babakan Gebang, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lanjutan demi menguak kejadian sebenarnya dari kasus ini.
Kehadiran tim ini sontak membuat ratusan warga sekitar berdatangan memadati lokasi sekitar parimeter garis polisi.
Warga penasaran dan ingin mengetahui kepastian hukum serta terungkapnya pelaku dan motif dibalik peristiwa kelam tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Irfan Alireja menyatakan, guna mengungkap tabir kasus ini, Polresta Cirebon menerapkan metode Scientific Crime Investigation (SCI) atau penyidikan berbasis ilmiah.
Metode SCI ini diambil untuk memastikan setiap temuan di TKP dapat dianalisis secara akurat guna menyusun konstruksi perkara.
"Kami menggunakan penyidikan dengan pendekatan SCI. Maka dari itu, Polresta mengundang tim dari Inafis Polda Jawa Barat serta Puslabfor Mabes Polri untuk menganalisa dan memeriksa TKP," ujar Irfan saat ditemui di lokasi kejadian, minggu (27/9/2026).
Kehadiran tim ini, lanjut Irfan, bertujuan mengurai berbagai temuan di lapangan.
"Kami telah mengamankan beberapa barang bukti yang kemungkinan akan dijadikan alat bukti. Kami akan menganalisa seluruh temuan ini berkolaborasi dengan Inafis dan Puslabfor," kata Irfan.
7 Saksi Diperiksa
Selain fokus pada bukti fisik, penyidik telah memeriksa sedikitnya tujuh orang saksi.
Keterangan mereka akan dicocokkan dengan hasil olah TKP dan pemeriksaan forensik untuk memperjelas kronologi kejadian, mulai dari sebelum hingga korban ditemukan meninggal dunia.
Irfan menegaskan bahwa penyelidikan berjalan intensif dan sejauh ini tidak menemui kendala berarti.
Ia juga berharap peran serta masyarakat dalam mendukung proses hukum ini.
"Kami meminta masyarakat memberikan dukungan agar proses penyelidikan dapat berjalan dengan baik hingga seluruh fakta dalam perkara tersebut terungkap," terangnya.
Diberitakan sebelumnya, Karningsih (66), istri seorang dokter di Cirebon, Jawa Barat, ditemukan meninggal dunia di rumahnya, pada Kamis (24/9/2026) sore hari.
Korban ditemukan pertama kali oleh suaminya, dokter Edi (68) sekitar pukul 17.15 WIB saat pulang praktek. Tempat praktik Edi yang berprofesi sebagai dokter umum, juga berada di jalan yang sama dan berjarak sekitar 150 meter dari rumah.
Di rumah tersebut hanya korban dan suaminya yang menempati, anak-anaknya telah dewasa dan tinggal di rumah masing-masing.
Minta Dibelikan Bubur Ayam
Dari keterangan warga, Sentot, adik Karningsih (korban) menerima pesan WhatsApp berisi permintaan agar dibelikan bubur ayam yang merupakan makanan kesukaan Karningsih.
Sentot juga diketahui cukup sering dimintai tolong membelikan makanan tersebut untuk kakaknya.
Saat menerima pesan itu, Sentot sedang berada di toko miliknya yang juga berada di Jalan Raya Pangeran Sutajaya.
Ia kemudian langsung membeli bubur ayam di penjual yang biasa menjadi langganan Karningsih.
Setelah mendapatkan makanan tersebut, Sentot membawanya menuju rumah kakaknya.
Sesampainya di rumah Karningsih, Sentot mendapati pintu rumah dalam keadaan tertutup dan terkunci.
Ia kemudian mengetuk pintu beberapa kali sambil memanggil kakaknya. Namun, tidak ada jawaban dari dalam rumah.
Sentot disebut sempat menunggu beberapa waktu di depan rumah. Ia juga kembali mencoba memanggil Karningsih, tetapi tetap tidak mendapat respons.
Karena harus kembali ke toko, Sentot akhirnya meninggalkan bungkusan bubur ayam tersebut di handel pintu rumah. Setelah itu, ia kembali ke tokonya.
Sekitar pukul 17.15 WIB, Edi tiba kembali di rumah setelah selesai praktik. Edi kemudian masuk ke dalam rumah dan menuju kamar.
Saat berada di kamar, ia menemukan Karningsih dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Edi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Setelah membuat laporan, Edi menghubungi Sentot untuk menyampaikan kabar mengenai kondisi Karningsih.
Sentot kemudian kembali mendatangi rumah tersebut sebelum petugas kepolisian tiba.
Petugas kepolisian kemudian mendatangi rumah korban untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara.
Tim Inafis Polresta Cirebon turut melakukan pemeriksaan di lokasi. Proses evakuasi jenazah dilakukan sekitar pukul 21.15 WIB. Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Losarang, Indramayu, untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari pemeriksaan kondisi luar tubuh korban, polisi menemukan beberapa luka yang diduga berasal dari benda tajam. Salah satu hal yang masih didalami penyidik adalah benda yang diduga digunakan dalam serangan terhadap korban.
Rangkaian kejadian pada sore hari menjadi salah satu bagian penting dalam penyelidikan.
Sebab, terdapat rentang waktu singkat antara pesan yang diterima adik korban dan saat suami korban pulang ke rumah.
Pesan tersebut menjadi salah satu informasi yang kini didalami dalam rangkaian penyelidikan.
Dokter Edi berangkat praktek seperti biasa pada pukul 16.00 WIB, isterinya, Karningsih minta dibawakan Bubur Ayam sekitar pukul 16.30 WIB melalui pesan singkat (WA) dari nomor HP nya kepada adiknya, Sentot. Pukul 17.15 WIB, suami korban pulang dan mendapati isterinya sudah meninggal dunia.
Hingga pemeriksaan awal dilakukan, polisi belum menemukan senjata tajam yang diduga menjadi alat pembunuhan.
Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Polisi juga belum mengungkap secara terbuka siapa pelaku dalam kasus tersebut.
Dari pemeriksaan sementara di rumah korban, polisi menyebut belum menemukan adanya barang yang hilang.
Keterangan tersebut diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan dengan melibatkan pihak keluarga. Dengan kondisi tersebut, dugaan bahwa kematian Karningsih berkaitan dengan perampokan belum dapat disimpulkan.
Polisi menemukan sejumlah luka yang diduga akibat benda tajam pada tubuh korban. Hal ini masih didalami penyidik adalah benda yang diduga digunakan dalam serangan terhadap korban.
Hingga saat ini, penyidik masih berupaya mengungkap siapa pelaku serta motif di balik kematian tersebut.
Kasus kematian Karningsih kini masih menjadi pekerjaan polisi. Rentang waktu sebelum korban ditemukan, keterangan orang-orang terdekat, kondisi rumah, serta bukti yang ditemukan di lokasi menjadi bagian yang akan terus didalami untuk mengungkap kejadian sebenarnya. (Pri)


